Pemerintah Kabupaten Sambas terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., saat membuka secara resmi Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kabupaten Sambas Tahun 2025, Selasa (16/9/2025), yang berlangsung di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas.
Bupati Satono hadir didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sambas, Samekto Hadi Suseno, S.E., M.E. Turut hadir dalam rapat pleno tersebut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, staf ahli Setda Sambas, para asisten Setda, kepala perangkat daerah terkait, perwakilan lembaga jasa keuangan, perbankan, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Satono menyampaikan bahwa pembentukan TPKAD merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah untuk mempercepat inklusi dan literasi keuangan masyarakat Sambas. Menurutnya, dengan adanya TPKAD, masyarakat akan semakin mudah mendapatkan layanan keuangan formal, baik perbankan maupun non-perbankan.
“Program ini dirancang agar layanan keuangan semakin mudah dijangkau, khususnya oleh UMKM, pelaku usaha mikro dan kecil, serta masyarakat umum yang membutuhkan akses permodalan,” ujar Bupati Satono.
Bupati menambahkan, akses keuangan yang inklusif sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang sektor usaha kecil, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Ini menandakan kondisi perekonomian daerah semakin membaik. Tantangan kita adalah memastikan pertumbuhan ini dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Melalui forum rapat pleno TPKAD, Bupati berharap terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan para pelaku usaha. Dengan kerja sama yang baik, Kabupaten Sambas diharapkan mampu mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.